Ekonomi

Harga Pupuk Subsidi Dijaga Stabil Meski Selat Hormuz Ditutup

16
×

Harga Pupuk Subsidi Dijaga Stabil Meski Selat Hormuz Ditutup

Sebarkan artikel ini

Harga Pupuk Subsidi Dijaga Stabil Meski Selat Hormuz Ditutup

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga pupuk subsidi tidak akan mengalami kenaikan, walaupun terjadi penutupan Selat Hormuz di kawasan Timur Tengah. Kebijakan ini diambil agar petani tetap terlindungi dan produktivitas pertanian nasional tetap terjaga.

Menurut Amran, stabilitas harga pupuk merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan hal tersebut kepada media usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta pada Rabu (8 April 2026).

Pemerintah, lanjutnya, telah mengambil langkah penting dengan menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen. Kebijakan ini disebut sebagai pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Indonesia.

Tidak hanya itu, pemerintah juga meningkatkan jumlah pupuk subsidi yang tersedia bagi petani. Dengan langkah ini, kebutuhan sarana produksi di berbagai wilayah pertanian diharapkan tetap terpenuhi secara maksimal.

Amran menambahkan bahwa kebijakan penurunan harga sekaligus peningkatan volume pupuk tersebut merupakan terobosan besar di masa pemerintahan Presiden Prabowo.

Untuk tahun 2026, pemerintah menyiapkan total 9,8 juta ton pupuk subsidi yang akan didistribusikan kepada sekitar 14,1 juta petani di seluruh Indonesia. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil pertanian nasional.

Ia menegaskan bahwa kestabilan harga pupuk adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah tekanan global.

Industri Pupuk Nasional Tetap Kuat

Di sisi lain, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, memastikan bahwa ketersediaan pupuk dalam negeri tetap aman meskipun terjadi konflik yang memengaruhi Selat Hormuz.

Rahmad menyampaikan bahwa stok pupuk nasional saat ini mencapai sekitar 1,29 juta ton, dan seluruh fasilitas produksi masih beroperasi secara normal. Kondisi ini diyakini akan terus terjaga tanpa kendala berarti.

Ia juga menjelaskan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi distribusi pupuk global, dengan kontribusi sekitar 30 persen dari total perdagangan dunia setiap bulannya. Namun, Indonesia tidak mengalami dampak signifikan karena telah memiliki industri pupuk yang mandiri.

Menurutnya, di tengah ketidakstabilan global, Indonesia justru mampu berperan sebagai penopang dalam menjaga keseimbangan ekosistem pangan dunia.

Rahmad menambahkan bahwa sejumlah negara besar seperti Brasil, India, Australia, Thailand, dan Amerika Serikat mulai merasakan gangguan dalam pasokan pupuk. Sementara itu, kondisi Indonesia tetap stabil dan terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *