Internasional

Mayoritas Warga AS Ingin Konflik Iran Segera Diakhiri, Tolak Pengiriman Pasukan Darat

38

Mayoritas publik Amerika menolak eskalasi konflik dan mendesak penyelesaian cepat, di tengah kekhawatiran korban jiwa serta dampak ekonomi yang semakin besar.

Washington – Sebagian besar masyarakat Amerika Serikat menginginkan agar konflik militer dengan Iran segera dihentikan. Selain itu, mereka juga menolak keras rencana pengiriman pasukan darat ke wilayah tersebut.

Pandangan ini tercermin dari sejumlah hasil survei yang dirilis saat operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel telah memasuki bulan kedua.

Salah satu survei menunjukkan sekitar 66 persen warga Amerika berharap perang segera diakhiri, meskipun tujuan militer belum sepenuhnya tercapai. Hasil survei lain mencatat bahwa 59 persen responden menolak kelanjutan perang, sementara jajak pendapat AP-NORC menemukan 60 persen publik menilai aksi militer yang dilakukan sudah melampaui batas.

Penolakan terhadap pengerahan pasukan darat bahkan lebih tinggi. Sekitar 62 hingga 76 persen responden menyatakan tidak setuju jika tentara Amerika dikirim ke Iran. Dalam survei Ipsos, sebanyak 86 persen responden mengaku khawatir terhadap potensi jatuhnya korban jiwa di pihak militer.

Faktor ekonomi turut menjadi alasan utama meningkatnya penolakan publik. Sebanyak 67 persen responden dalam survei AP-NORC lebih memilih pemerintah fokus menekan kenaikan harga bahan bakar dibandingkan upaya perubahan rezim di Iran. Selain itu, 77 persen responden dalam survei Ipsos menyatakan kekhawatiran terhadap besarnya biaya perang.

Dukungan terhadap konflik ini juga terlihat terpecah berdasarkan afiliasi politik. Mayoritas pendukung Partai Demokrat menolak perang dengan persentase mencapai 88 hingga 90 persen. Sebaliknya, sekitar 62 persen pemilih Partai Republik masih menunjukkan dukungan.

Namun, dukungan dari kalangan Republik non-MAGA mengalami penurunan signifikan, dari 56 persen menjadi 33 persen dalam waktu dua minggu. Sementara itu, dukungan dari kelompok loyalis MAGA (Make America Great Again) tetap tinggi di angka 79 persen.

Tingkat kepercayaan publik terhadap penanganan konflik oleh Presiden Donald Trump juga relatif rendah, hanya sekitar 30 persen. Sebanyak 59 persen responden menilai peluang tercapainya perdamaian dalam satu bulan sangat kecil, dan 46 persen tidak yakin bahwa proses negosiasi sedang berlangsung.

Meskipun mayoritas masyarakat menolak eskalasi perang, sekitar 65 persen warga tetap menganggap penting upaya mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Sejak serangan dimulai pada 28 Februari 2026, konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Exit mobile version