Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa tim perwakilan negaranya sedang dalam perjalanan ke Pakistan guna melanjutkan dialog dengan Iran. Ia menyebutkan bahwa delegasi tersebut dijadwalkan tiba di Islamabad pada Senin malam.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (19 April 2026), Trump menjelaskan bahwa para utusannya akan berada di ibu kota Pakistan untuk kembali membuka jalur negosiasi dengan pihak Teheran.
Dalam pernyataannya, Trump juga menuding Iran tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Ia mengeklaim bahwa pasukan Iran telah melakukan serangan di wilayah Selat Hormuz, termasuk terhadap kapal berbendera Prancis serta kapal kargo asal Inggris yang melintas di jalur penting tersebut.
Mengutip laporan dari Anadolu Agency, Trump turut menyoroti ancaman Iran yang berencana menutup Selat Hormuz. Menurutnya, langkah itu justru berpotensi merugikan Iran sendiri dibandingkan pihak lain.
Ia juga menambahkan bahwa aktivitas pelayaran internasional saat ini masih berlangsung normal. Kapal-kapal yang menuju Amerika Serikat, termasuk ke pelabuhan di Texas, Louisiana, dan Alaska, disebut tetap beroperasi tanpa gangguan.
Selain itu, Trump menegaskan bahwa pemerintah AS telah mengajukan proposal kesepakatan yang ia nilai adil dan rasional kepada Iran. Meski demikian, ia memberikan peringatan keras bahwa situasi dapat meningkat jika tawaran tersebut tidak diterima.
Trump bahkan menyampaikan ancaman serius terkait potensi tindakan militer terhadap infrastruktur penting di Iran apabila negosiasi tidak membuahkan hasil.
Di akhir pernyataannya, ia juga mengkritik kebijakan pemerintahan AS sebelumnya yang dianggap gagal dalam menangani isu Iran selama bertahun-tahun. Ia kembali menekankan sikap tegas Washington, sembari berharap Iran bersedia menerima tawaran yang diajukan demi menghindari ketegangan lebih lanjut.
