Ekonomi

Harga Minyak Dunia Turun Tajam, Brent Sentuh USD100 per Barel

8

Keputusan Donald Trump menunda serangan ke Iran memicu optimisme pasar dan menekan harga minyak global secara drastis

Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menunda serangan terhadap fasilitas kelistrikan Iran serta mengungkap adanya komunikasi yang dinilai “sangat baik dan konstruktif” antara kedua negara.

Mengacu pada laporan Yahoo Finance tertanggal 24 Maret 2026, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan pasar domestik AS, merosot sekitar 9 persen ke kisaran USD89 per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai patokan global mengalami penurunan lebih dalam, yakni sekitar 11 persen ke level USD100 per barel. Sebelumnya, pada sesi perdagangan sebelumnya, harga Brent sempat menyentuh USD113 per barel.

Sentimen Perdamaian Tekan Harga Minyak

Penurunan harga minyak semakin tajam setelah Trump menyampaikan bahwa Selat Hormuz—yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia—berpotensi kembali dibuka dalam waktu dekat. Hal tersebut bergantung pada keberhasilan negosiasi damai yang tengah berlangsung dengan Iran.

Pernyataan tersebut memicu optimisme pasar bahwa ketegangan antara AS, Israel, dan Iran dapat mereda. Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, Trump sempat memberikan ultimatum kepada Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam atau menghadapi risiko serangan terhadap infrastruktur energinya.

Ketegangan di kawasan tersebut, ditambah serangan terhadap fasilitas energi dalam beberapa waktu terakhir, sempat mendorong lonjakan harga minyak global.

Rebecca Babin, seorang pedagang energi senior di CIBC Private Wealth, menilai bahwa pasar kemungkinan akan terus menurunkan premi risiko dalam waktu dekat, meskipun ada potensi pergerakan harga yang berlebihan di tahap awal.

Ia juga menambahkan bahwa selama belum ada kepastian terkait keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, pasar masih akan mempertimbangkan risiko gangguan pasokan dalam pembentukan harga minyak.

Exit mobile version