Internasional

Menlu Iran Tegaskan Pihak Penyerang Bertanggung Jawab atas Instabilitas Selat Hormuz

43
×

Menlu Iran Tegaskan Pihak Penyerang Bertanggung Jawab atas Instabilitas Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini

Iran Tegaskan Tindakan Agresi AS dan Israel Picu Ketegangan di Jalur Strategis Selat Hormuz

Teheran – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa pihak yang melakukan agresi harus memikul tanggung jawab penuh atas setiap bentuk ketidakstabilan yang terjadi di kawasan strategis Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi ketika menerima kunjungan utusan khusus Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Chung Byung-ha, di Teheran pada Rabu waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, diplomat senior Iran tersebut secara langsung menuding tindakan militer Amerika Serikat (AS) serta Israel sebagai faktor utama yang memicu meningkatnya ketegangan dan ketidakamanan di kawasan Teluk Persia, termasuk Selat Hormuz.

“Iran sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz telah mengambil langkah-langkah sesuai hukum internasional maupun regulasi domestik untuk menjaga keamanan nasional serta melindungi kepentingannya dari ancaman agresi AS dan rezim Zionis,” ujar Araghchi, sebagaimana dikutip dari Press TV, Kamis (23 April 2026).

Diketahui, Iran sempat menutup jalur pelayaran penting tersebut setelah terjadi eskalasi pada 28 Februari. Namun, jalur itu kembali dibuka setelah Presiden AS saat itu, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata pada 7 April.

Situasi kembali berubah pada 18 April, ketika Iran kembali memberlakukan penutupan total. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas pernyataan Trump yang menyebut bahwa Amerika Serikat tetap melanjutkan blokade laut yang dianggap ilegal terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Araghchi menegaskan bahwa segala konsekuensi yang muncul akibat situasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak yang memulai tindakan agresi.

Ia juga menyerukan agar komunitas internasional bersikap lebih tegas dalam mengecam tindakan agresif serta pelanggaran yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran.

Di akhir pertemuan, Araghchi menyoroti pentingnya penguatan hubungan bilateral antara Iran dan Korea Selatan. Pihak Korea Selatan melalui Chung Byung-ha menyampaikan harapan agar jalur diplomasi dapat segera meredakan konflik dan memulihkan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *