Ekonomi

Trump Sebut Target Utama Operasi Militer AS terhadap Iran Nyaris Rampung

22

Klaim keberhasilan operasi militer AS terhadap Iran memicu eskalasi konflik kawasan dan ancaman krisis global.

Washington: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa sasaran utama strategi militer Washington dalam operasi terhadap Iran hampir sepenuhnya tercapai. Pernyataan ini disampaikan setelah ia mengklaim bahwa kekuatan militer Iran mengalami kerusakan signifikan di berbagai sektor pertahanan.

Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Kamis, 2 April 2026, Trump mengatakan dirinya optimistis bahwa misi inti dari operasi tersebut sudah mendekati garis akhir.

Ia menjelaskan bahwa langkah militer AS dilakukan secara terstruktur untuk melemahkan kemampuan Iran, baik dalam mengancam Amerika Serikat maupun dalam memperluas pengaruh militernya ke luar negeri.

Trump juga menuturkan bahwa operasi tersebut berdampak besar terhadap kekuatan tempur Iran. Ia mengklaim angkatan laut negara itu telah dihancurkan, sementara angkatan udara serta sistem rudalnya mengalami pukulan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selain itu, sektor industri pertahanan Iran disebut ikut lumpuh akibat serangan tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut secara keseluruhan akan membatasi kemampuan Teheran dalam mendukung kelompok-kelompok bersenjata sekutu di kawasan, sekaligus menghambat upaya pengembangan senjata nuklir.

Trump menegaskan bahwa tujuan utama operasi militer ini adalah mencegah Iran berkembang menjadi ancaman nuklir bagi AS dan negara-negara sekutunya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengenang 13 personel militer AS yang gugur dalam operasi tersebut. Trump mengungkapkan dirinya telah dua kali mendatangi Pangkalan Angkatan Udara Dover untuk menyambut kepulangan jenazah para prajurit tersebut.

Ia menambahkan bahwa keluarga korban berharap pemerintah dapat menuntaskan misi yang telah diperjuangkan oleh para tentara yang gugur.

“Kami akan menyelesaikan misi ini, dan akan melakukannya secepat mungkin. Saat ini kami sudah sangat dekat,” ujar Trump.

Ketegangan antara Iran dan aliansi AS-Israel meningkat sejak 28 Februari, ketika serangan udara besar-besaran dilancarkan ke Teheran. Serangan tersebut disebut melumpuhkan struktur kekuasaan Iran dan menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta beberapa negara di kawasan Teluk, yang kemudian memicu eskalasi konflik menjadi krisis keamanan global.

Selain itu, Teheran juga dilaporkan menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi titik penting distribusi minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke berbagai negara di dunia.

Exit mobile version